Saturday, November 29, 2008

KALA : Indonesian Noir Movie


Gue tuh kurang suka sama film Indonesia ya..bukannya menghina tapi para filmmaker Indonesia itu udah diracuni sama pandangan komersil dari para Punjabi (produser maksudnya...hahaha).

Setiap ada film dengan 1 tema muncul dan kebetulan film itu ditonton banyak orang..pasti film dengan tema sama mulai dirilis..Contohnya..sukses dengan Ayat Ayat Cinta, para filmmaker berlomba-lomba buat film dengan tema sejenis....kayak Doa Yang Mengancam, Mengaku Rasul, Perempuan Berkalung Sorban,dll...Dulu ketika awalnya Rumah Pondok Indah sukses menakuti penonton (padahal cara ngebuat filmnya kayak film film tv yang ada misterinya), langsung deh dibuat Terowongan Casablanca, Hantu Jeruk Peres (eh..Purut), Kereta Hantu Manggarai....males bgt dah...kayak ga da tema lain aja...

Tapi Joko Anwar ga pernah tuh ikut ikutan latah buat film dengan cara di atas...Gue inget gue nonton JANJI JONI yang awalnya gue remehin ternyata kocak & entertaining, cameo nya banyak pula....hahahah...sebagai screenwriter Joko Anwar juga sukses menulis naskah fillm ARISAN! yang catchy dan QUICKIE EXPRESS  yang whoa.....hahaha 

Nah di tahun 2007, udah 1 tahun lalu sih..Joko Anwar membuat film berjudul KALA (DEAD TIME) yang akan gue ulas disini...emank kesannya ni film jadul...tapi kalo namanya film bagus ya..mau ditonton kapan juga tetep bagus..malahan harus dibiarin dulu beberapa saat biar kesan cult-nya lebih dapet...Tahun 80-an, BLADE RUNNER nya Ridley Scott itu ga laku loh waktu awal rilis..tapi lama kelamaan malah jadi film cult yang kelam namun mengasikkan untuk diikutin....Tahun 90-an THE SHAWSHANK REDEMPTION di Box Office merugi tapi sekarang nangkring di posisi atas dalam Top 250 movies di situs www.imdb.com.

Nah begitu juga dengan KALA...di bioskop film ini turun dari penayangan itu cepet banget karena katanya ga da yang nonton...terlalu kelam n rumit...Padahal maksud Joko Anwar dengan membuat film ini adalah untuk menyentil kondisi moral dan sosial negara kita yang udah low banget...dia buat film ini dengan nuansa noir supaya kesannya film ini tuh bersetting jadul padahal secara implisit dia mencerminkan kondisi bangsa kita sekarang.

Ceritanya diawali ketika seorang polisi bernama Eros (Ario Bayu) bersama dengan rekannya Hendro (August Melasz) yang bijak menyelidiki kematian 5 orang yang dibakar hidup-hidup oleh massa karena disangka maling. Eros menemukan keganjilan dalam kasus ini. Di sisi lain, Janus (Fachry Albar), wartawan penderita narkolepsi yang sedang mengalami konflik dengan istrinya Sari(Shanty) berinisiatif untuk mencari info yang lebih lengkap di balik kasus ini.

Janus akhirnya berhasil mendapatkan rekaman pembicaraan istri salah satu korban yang isinya sangat penting sehingga ia menjadi incaran semua pihak...Namun ia tak boleh memberi tahu apa yang dikatakan oleh sang narasumber karena jika ada orang laen yang mengetahui isi pembicaraan itu, maka orang itu akan mati menggenaskan...

Ternyata pembicaraan yang hanya diketahui oleh Janus merupakan rahasia besar yang dimiliki oleh negeri antah berantah ini...Rahasia yang akan melibatkan Janus, Eros, kalangan elite yang haus akan kekayaan, dan presiden pertama negara ini...

Apa yang menarik dari film ini?

Menurut gue...kemampuan Joko untuk menggiring mood penonton dengan cara mengganti-ganti genre dalam film ini lah yang bikin film dengan banyak aktor dan aktris tenar ini menarik buat ditonton...buktinya film ini banyak ikut dalam festival film internasional..bangga juga kalo film kayak gini yang wakilin Indonesia

Awal film, genre Thriller dan Drama mendominasi, di pertengahan Suspense, Horror, dan Mistis sempet bikin gue geger...Dan akhirnya malah jadi film action yang kesannya kayak superhero....hahaha..But overall..this movie is one of the best Indonesian movie i've ever watched..Film ini tuh menggambarkan kebrobokan moral dan sosial dari masyarakat baik tingkat elite maupun rendah....kekacauan dan kerusuhan terjadi di film yang bersetting di tempat yang sepertinya ga asing,hahaha....setting waktunya juga ga jelas gitu....oldies oldies gitu....

Akting para pemainnya juga ga kaku...padahal ini setau gua adalah pertama kalinya para cast bermain di genre yang ganjil ini...Fachri Albar tampil layaknya tanpa roh....lesu dan lemah..pendalamannya sebagai seorang narkoleptic lumayan lah..tapi biasa aja si menurut gue...Justru penampilan Ario Bayu yang gagah dan "nyentrik" lah yang menjadi penyelamat film ini...August Melasz, aktor kawakan yang biasa maen antagonis juga menampilkan performance yang oke...wise wise gmana gitu...sementara Frans Tumbuan, Arswendo Nasution, dan Fahrani tampl average....Shanty ga ada peningkatan...static...Muncul juga Donny Alamsyah...one of my favourite actor, meski cuma tampil sebentar tapi ninggalin kesan yang oke....

But the main star is still JOKO ANWAR...dia berani buat film noir kayak gini ketika perfilman Indonesia diterjang badai horror dan komedi sex...terus dengan  brilliant dia mampu nyangkutin isi dari film ini dengan ramalan Jaya Baya...meski ada beberapa adegan yang gak kontinuitas....tapi dimaklumi lah....namanya juga manusia....hehehe

two thumbs up for him...keep making great movie...

No comments:

Post a Comment

Click to view my Personality Profile page

polls