
Semua orang di Indonesia yang seumuran dengan gue pasti pernah membaca komik Dragon Ball Z pada waktu kecil (gue aja punya komiknya lengkap...hehehe). Komik karangan Akira Toriyama ini entah kenapa punya suatu hal yang membuat semua orang ingin terus mengetahui kelanjutan kisah SonGoku dan kawan-kawannya mencari 7 bola naga.
Sedari awal film ini sudah dikisahkan secara melenceng dan tidak sesuai dengan komiknya, SonGoku (Justin Chatwin dalam penampilan yang sangat cool) yang beranjak remaja merupakan remaja SMA yang kuper (loh,emanknya SonGoku pernah sekolah??) dan menyimpan perasaan kepada ChiChi (Jamie Chung). Namun di balik kekuperannya itu dia punya kekuatan super hasil ajaran kakeknya, SonGohan (Randall Duk Kim)
Di sisi lain diceritakan juga kemunculan Iblis jahat,Piccolo (James Masters) yang sedang mencari 7 buah Dragon Ball yang niscaya mampu mengabulkan satu permintaan pengumpulnya (gue sendiri masih bingung apa yang akan diminta oleh Piccolo, entah kekekalan atau kekuasaan). Dengan bantuan anak buahnya, Mai (Eriko Tamura), Piccolo berhasil melacak keberadaan Dragon Ball ke 4 yang dimiliki oleh SonGohan.
Tanpa banyak perlawanan,Gohan mati di tangan Piccolo.Sebelum mati,Gohan berpesan kepada Goku untuk mencari Master Roshi (Chow Yun Fat). Dalam perjalanan mencari Master Roshi, Goku bertemu Bulma (Emmy Rossum) dan Yamcha (Joon Park) yang turut membantunya membalaskan dendam kakeknya serta mencari bola naga juga.Dalam perjalanan itulah Goku menemukan jati dirinya serta cintanya
Plot yang sangat membosankan ini bisa dikembangkan menjadi sangat menarik oleh Akira Toriyama di komiknya, tapi sayang film ini tak dapat melakukan hal yang sama. Dangkalnya plot film ini ditambah dengan kurang mulusnya adaptasi dari komik ke layar lebar (sangat sulit menikmati 13 Komik dirapatkan menjadi film yang tak sampai 2 jam) membuat film ini terlihat membosankan meski special effect dalam film ini lumayan bagus.
James Wong yang dahulu berhasil mencekam penonton di Final Destination dan menghibur pecinta Jet Li dalam The One tak berhasil menciptakan suasana komikal dalam film ini,alih alih dia malah menambahkan suasana futuristik yang menurut gue tidak perlu. Kemudian dalam hal perpindahan adegan juga banyak sekali adegan yang dipaksa atau dirapatkan.
Jadi satu adegan belum selesai sudah muncul adegan lainnya,Sang Sutradara terkesan buru buru ingin menyelesaikan film ini,sebagai contoh, adegan Tenka Ichi Budokai yang menjadi primadona di komik hanya ditampilkan sekilas di film ini(huh......).
Dari koreografi actionnya sama sekali tidak ada yang menonjol, yang paling lumayan hanya adegan pembuka antara Goku dan Gohan yang cukup mengundang decak kagum penonton,selebihnya benar-benar standard,bahkan adegan klimaks film ini benar benar basi, diselesaikan secepat mungkin, musuh yang diceritakan sangat kuat berhasil dikalahkan Goku yang masih remaja dengan sekali kamehame(cuihhhhhh)
Dan kelemahan yang paling menonjol dalam film ini adalah tak adanya pendalaman karakter, setiap tokoh diperkenalkan secara elegan (kemunculan ChiChi yang seksi atau Kelucuan Master Roshi) namun setelah itu tokoh tersebut tak dikembangkan dan malah muncul tokoh-tokoh lain yang tak dikembangkan juga karakternya.
Okelah, Justin Chatwin tampil sangat cool tapi dia benar-benar tidak mirip SonGoku dalam komik yang diceritakan slengean waktu remajanya, Emmy Rossum dan Jamie Chung menjadi penyegar dalam filmi ini,kostum yang dipakai mereka benar benar menjual 'aset' mereka (wkwkwkwk).Yang patut diberi pujian adalah Chow Yun Fat sebagai Master Roshi yang kocak, walaupun ia belum mampu melepaskan kesan serius yang biasa dimainkannya,tetapi dia sudah mencoba untuk menjadi kocak. Yang kurang adalah kemesumannya yang tak banyak muncul (maklumlah film ini ratingnya cuma PG). Aktor dan aktris lainnya terkesan hanya sebagai tempelan saja, tak ada yang mengena di hati.
Secara overall, Dragon Ball Evolution sebaiknya tidak dibuat sekuelnya lagi karena akan merusak masa kecil orang banyak, lagipula rating film ini yang PG (Parental Guidance) dirasa kurang pas, jarang sekali film action dengan rating PG mampu merajai Box Office kecuali film kartun ya.


