
Terkadang kita harus menentukan pilihan dalam situasi yang sulit. Kebimbangan yang kita rasakan itu dikarenakan adanya tekanan dari dalam hati kita untuk tidak memilih dan menerima semua itu. Memang terasa gampang untuk menentukan pilihan bagi orang lain karena kita tak menanggung beban dari pilhan itu. Tetapi bagaimana jika kita yang harus menentukan pilihan ??
Film The Last Kiss garapan Tony Goldwyn merupakan satu contoh yang tepat di mana sebuah pilhan harus dibuat agar kehidupan dapat berjalan normal lagi. Michael (Diperankan dengan sangat baik oleh Zach Braff) adalah seorang arsitek yang sedang menjalin hubungan yang sangat serius dengan pacarnya, Jenna (Jacinda Barret dalam permainan yang cukup bagus) yang sedang mengadung buah hatinya. Namun Michael meski sudah akan menjadi bapak masih belum berani untuk mengajak Jenna menikah karena ia melihat bahwa pasangan yang sudah menikah itu nantinya akan mengalami pertengkaran-pertengkaran yang mengarah ke perceraian.
Di samping itu Michael merasa hidupnya sangat membosankan. Di umurnya yang ke 29 ini, apa yang dimilikinya sekarang sudah dibayangkan sejak ia remaja. Dengan kata lain, tak ada surprise lagi dalam hidupnya. Namun muncullah seorang gadis berumur 18 tahun, Kim (Rachel Bilson dalam debut filmnya dengan penampilan yang menggiurkan). Kim tertarik dengan kedewasaan Michael saat bertemu dalam sebuah acara pernikahan.
Michael yang sangat mencintai Jenna dan tak mau mengkhianatinya berusaha untuk menolak ajakan kencan dari Kim, tetapi namanya laki-laki, selalu suka dengan tantangan dan hal baru. Michael memilih jalan yang salah. Ia diam-diam menjalin hubungan dengan Kim. Tetapi sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Begitu juga dengan Michael. Akhirnya Jenna mengetahui bahwa Michael berhubungan dengan gadis lain. Sekarang Michael harus memilih antara Jenna dan Kim.
Terkadang kebosanan memang sering melanda manusia. Saat merasa bosan itulah, biasanya muncul keinginan kita untuk mencoba hal baru. Dalam film ini, Michael merasa bosan dengan kehidupannya sekarang. Ia berada di persimpangan. Ia takut jika melanjutkan ke jenjang pernikahan, hidupnya akan terkekang dengan masalah keluarga seperti temannya Chris (Casey Affleck).
Hal baru itu tidak selalu baik. Dalam sebuah hubungan, mencoba hal baru itu tidak salah. Namun mencoba membuat sebuah hubungan baru dengan orang lain tanpa mengakhiri hubungan lama pasti akan menimbulkan permasalahan. Permasalahan yang biasanya menyangkut pilihan dan komitmen ini bisa membuat kandasnya sebuah hubungan.
Hendaknya kita dapat memilih mana yang baik untuk kita dan pasangan kita. Michael adalah sebuah contoh yang buruk. Ia bimbang. Ia tak ingin kehilangan Jenna tetapi ia leibh merasa hidup jika bersama Kim. Solusi untuk Michael sebenarnya sederhana saja. Ia hanya merasa bosan dengan rutinitasnya. Jika ia mampu mengatasi kebosanan itu dengan melakukan hal - hal baru dengan Jenna, niscaya godaan dari Kim tak akan dihiraukannya.
Hidup itu adalah pilihan. Pilihan yang kita pilih itu adalah yang akan menentukan ke mana arah hidup kita sendiri. Memang sulit untuk menentukannya tetapi saat kita mau berkomitmen untuk memilih maka pasti kita akan dapat melewati segala rintangan yang menyertai pilihan tersebut.
Film The Last Kiss garapan Tony Goldwyn merupakan satu contoh yang tepat di mana sebuah pilhan harus dibuat agar kehidupan dapat berjalan normal lagi. Michael (Diperankan dengan sangat baik oleh Zach Braff) adalah seorang arsitek yang sedang menjalin hubungan yang sangat serius dengan pacarnya, Jenna (Jacinda Barret dalam permainan yang cukup bagus) yang sedang mengadung buah hatinya. Namun Michael meski sudah akan menjadi bapak masih belum berani untuk mengajak Jenna menikah karena ia melihat bahwa pasangan yang sudah menikah itu nantinya akan mengalami pertengkaran-pertengkaran yang mengarah ke perceraian.
Di samping itu Michael merasa hidupnya sangat membosankan. Di umurnya yang ke 29 ini, apa yang dimilikinya sekarang sudah dibayangkan sejak ia remaja. Dengan kata lain, tak ada surprise lagi dalam hidupnya. Namun muncullah seorang gadis berumur 18 tahun, Kim (Rachel Bilson dalam debut filmnya dengan penampilan yang menggiurkan). Kim tertarik dengan kedewasaan Michael saat bertemu dalam sebuah acara pernikahan.
Michael yang sangat mencintai Jenna dan tak mau mengkhianatinya berusaha untuk menolak ajakan kencan dari Kim, tetapi namanya laki-laki, selalu suka dengan tantangan dan hal baru. Michael memilih jalan yang salah. Ia diam-diam menjalin hubungan dengan Kim. Tetapi sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Begitu juga dengan Michael. Akhirnya Jenna mengetahui bahwa Michael berhubungan dengan gadis lain. Sekarang Michael harus memilih antara Jenna dan Kim.
Terkadang kebosanan memang sering melanda manusia. Saat merasa bosan itulah, biasanya muncul keinginan kita untuk mencoba hal baru. Dalam film ini, Michael merasa bosan dengan kehidupannya sekarang. Ia berada di persimpangan. Ia takut jika melanjutkan ke jenjang pernikahan, hidupnya akan terkekang dengan masalah keluarga seperti temannya Chris (Casey Affleck).
Hal baru itu tidak selalu baik. Dalam sebuah hubungan, mencoba hal baru itu tidak salah. Namun mencoba membuat sebuah hubungan baru dengan orang lain tanpa mengakhiri hubungan lama pasti akan menimbulkan permasalahan. Permasalahan yang biasanya menyangkut pilihan dan komitmen ini bisa membuat kandasnya sebuah hubungan.
Hendaknya kita dapat memilih mana yang baik untuk kita dan pasangan kita. Michael adalah sebuah contoh yang buruk. Ia bimbang. Ia tak ingin kehilangan Jenna tetapi ia leibh merasa hidup jika bersama Kim. Solusi untuk Michael sebenarnya sederhana saja. Ia hanya merasa bosan dengan rutinitasnya. Jika ia mampu mengatasi kebosanan itu dengan melakukan hal - hal baru dengan Jenna, niscaya godaan dari Kim tak akan dihiraukannya.
Hidup itu adalah pilihan. Pilihan yang kita pilih itu adalah yang akan menentukan ke mana arah hidup kita sendiri. Memang sulit untuk menentukannya tetapi saat kita mau berkomitmen untuk memilih maka pasti kita akan dapat melewati segala rintangan yang menyertai pilihan tersebut.

No comments:
Post a Comment