Monday, April 13, 2009

BLINDNESS : What Would You Do If You're The Last People That Can See?


Sebenarnya film ini mempunyai materi yang mumpuni untuk menjadi Box Office, dari Cast nya yang bertabur aktor watak Hollywood (Julianne Moore,Mark Ruffalo, Danny Glover, Gael Garcia Bernal, Alice Braga, & Sandra Oh), kemudian sutradara Fernando Meirelles yang sudah berpengalaman dalam mengarahkan film jempolan macam The Constant Gardener dan City Of God, dan dari segi cerita film ini juga cukup orisinil. Tetapi mungkin karena produser film ini kurang berani menayangkan di major theatre maka jadilah film ini bergerilya dan tak memperoleh hasil yang memuaskan

I bet you all don't even know that this movie exist, don't you? but i do recommend this movie, this movie is great !!!!

Di sebuah negara antah berantah tiba-tiba terjadi gejala yang aneh dan tanpa sebab, gejala itu adalah kebutaan yang langka dan bahkan belum pernah ada di dunia, karena jika biasanya kebutaan terjadi secara perlahan dan seluruh pandangan menjadi gelap, maka pada kasus ini kebutaan terjadi secara tiba-tiba dan seluruh pandangan menjadi terang / putih (what a nice idea). Kebutaan ini lambat laun mewabahi penduduk di negara itu dengan cara penularan yan juga tak diketahui. Pemerintah negara segera mengambil langkah cepat dengan mengkarantina para penderita kebutaan itu.

Doctor(Mark Ruffalo)  adalah seorang dokter mata yang pertama kali menemukan penyakit ini karena seorang asia (Yusuke Iseya) memeriksakan penyakit ini padanya dan keesokan harinya Doctor pun mengalami kebutaan namun tidak dengan istrinya (Julianne Moore). Saat ingin dibawa ke karantina, Sang istri mengaku bahwa matanya juga mengalami kebutaan karena tak ingin jauh jauh dari sang suami. 

Di dalam pengkarantinaan itu pertama hanya ada beberapa orang saja, namun seiring dengan penyebaran penyakit yang semakin cepat, semakin banyak orang yang tinggal disana. Dan dimulailah kehidupan di dalam karantina yang sangat menyedihkan itu.Doctor yang terpilih menjadi ketua di Ward 1 (setiap karantina dibagi menjadi 3 ward) menjalankan tugasnya dengan sangat baik karena ia dibantu oleh sang istri yang menjadi satu-satunya orang yang bisa melihat disana. Namun keadaan berubah menjadi kacau saat ketua dari Ward 3 (Gael Garcia Bernal) mulai mengambil alih pendistribusian makanan dengan tindak kekerasan.

Ketua ward 3 yang seluruh anggotanya lelaki ini meminta perhiasan dan harta berharga lainnya kepada ward lain agar dapat memperoleh makanan (bedon juga dia...udah jelas semua ga bisa liat....buat apa juga perhiasan), kemudian saat nafsu binatang para lelaki itu muncul, mereka meminta dipuaskan oleh wanita di tiap ward dengan ganti memberikan ward tersebut jatah makanan (bejat banget dahhh). Doctor's wife yang ajaibnya masih bisa melihat pun tidak tahan lagi dengan tingkah laku mereka dan melancarkan pembalasan yang nantinya akan memunculkan peperangan dalam karantina tersebut.

Julianne Moore berhasil menanggung beban berat yang diberikan padanya di film ini, sebagai tokoh guide yang paling diandalkan di film ini, ia sangat tegar dan kuat dalam menghadapi cobaan-cobaan, dedikasi dan rasa cinta terhadap suaminya pun sangat besar sehingga ia rela ikut masuk ke karantina. kharismanya yang sempat hilang beberapa tahun terakhir (terakhir ia bermain bagus sebagai single mother di film tahun 2004, The Forgotten) akhirnya kembali lagi, Mark Ruffalo bermain cukup bagus sebagai pemimpin yang juga seorang peragu sementara Gael Garcia Bernal sukses berperan sebagai penjahat yang sangat dibenci. Penampilan Danny Glover dan Alice Braga juga cukup menyegarkan meski mendapat peran yang tak begitu penting.

Fernando Meirelles cukup cerdik dengan mengecilkan ruang lingkup film, jadi meski film ini bertema disaster namun jatuhnya tidak seperti The Day After Tomorrow atau Knowing yang lebih cenderung ke global disaster. Jadi film ini bisa dibilang Mini Disaster. Dengan menghadirkan ketegangan serta konflik di dalam ruang tertutup itu Meireles mampu membuat kita merasa hadir dalam karantina tersebut dan ikut merasakan penderitaan mereka dan saat mereka berhasil keluar dari karantina tersebut, Meireles juga berhasil menciptakan suasana kota yang kacau balau karena penuh dengan orang buta. Bisa dibilang Meireles semakin berkembang di film ini. Gue tidak bosen pada film ini meski durasinya 2 jam

Namun ada 1 hal yang benar-benar mengganggu gue, saat adegan pemerkosaan masal. Kenapa Doctor's Wife yang bisa melihat tidak melawan saja ?? (mana ada orang bego yang mau diperkaos sama orang buta) benar benar sebuah adegan yang tak perlu dan ridiculous. But overall, this movie is worth to watch before your sight goes white too

No comments:

Post a Comment

Click to view my Personality Profile page

polls