
Jika Underworld Evolution (2006) merupakan film semi prequel dari Underworld (2003) maka film ini benar-benar full prequelnya. Gue pribadi kurang begitu suka dengan ide prequel. Kenapa ? karena prequel itu biasanya mengangkat cerita yang tidak terlalu penting dan untuk franchise Underworld ini rasanya sudah cukup diceritakan prequelnya pada film kedua.
Namun entah karena para scriptwriter kehabisan ide atau apa, dalam film ini mereka malah menceritakan transformasi Lucian (tokoh antagonis di film pertama) yang pada awalnya adalah seorang kepala budak bagi kaum Death Dealers menjadi pemimpin bangsa Lycans. Lucian dipermak sedemikian rupa sehingga memunculkan simpati penonton meski pada film originalnya tampi bengis. Lucian (Michael Sheen) sendiri merupakan inbreed dari kaum Werewolf dengan manusia, seharusnya percampuran keturunan ini tidak dibiarkan hidup, tetapi Viktor (Bill Nighy), pemimpin kaum Death Dealers mengetahui bahwa inbreed seperti Lucian mempunyai kekuatan yang besar dan dapat dijadikan pelindung dari serangan kaum Werewolf keturunan William. Maka Lucian pun dibiarkan hidup, bahkan Viktor memaksa Lucian untuk menggigit para manusia sehingga berubah menjadi Lycans.
Awalnya Lucian mengabdi pada Viktor dengan sepenuh hati, ia pun mengganggap kaum Werewolf keturunan William adalah binatang yang tidak berperikemanusiaan, selain itu ternyata Lucian juga punya hubungan cinta yang terlarang dengan anak Viktor, yaitu Sonja (Rhona Mitra). Tapi lama kelamaan ia tak tahan juga dengan penderitaan kaum Lycans yang hanya dianggap budak. Oleh karena itu dengan bantuan dari Sonja. Lucian berusaha untuk kabur dari siksaan para Death Dealers. Namun Viktor yang tak ingin kehilangan budak andalannya pun tak tinggal diam.
Ya, kira-kira itulah inti cerita dari film ini. My first impression is this movie rocks! Okay, di awal artikel ini gue bilang gue ga suka sama film prequel, but there’s an exception for this movie because the story is well made and match with it’s predecessor. jika pada film-film sebelumnya lebih mengandalkan tembak-tembakan pistol, kali ini sword medieval actionnya lebih mendominasi and it’s turn to be a cool scenes with a lil bit help from the dramatic pouring rain. kemudian acting dari para Cast terutama Michael Sheen yang kali ini di-plot menjadi tokoh utama tampil cukup bagus, apalagi saat ia kehilangan orang yang dicintainya (ooops….spoiler). Bill Nighy, actor watak asal British ini juga mampu membuat para penonton ketakutan dengan tatapannya yang tajam, ia pun mampu tampil merana saat mengetahui bahwa anaknya berhubunngan dengan seorang Lycans. sementara Rhona Mitra yang didapuk menjadi pemeran utama wanita menggantikan Kate Beckinsale tampil cukup elegan, julukan ”Tough Chick” semakin disematkan padanya (Dia adalah pemeran utama di film action keras Doomsday).
Dan yang paling penting tidak ada pergantian sutradara karena Len Wiseman sudah pas sebagai director adegan action yang mantap sehingga kita tidak bosan melihat film yang kebanyakan bersetting di malam hari ini . Ia pun mampu menerjemahkam film ini menjadi pelengkap missing pieces yang cukup baik dari film-film sebelumnya. Jangan lupakan Kostum gothic dari para cast namun tetap menimbulkan kesan mewah dan elegan. So, for me the third movie maybe beat the hell of the second movie but the original still better. Apakah akan ada film keempatnya ? Menurut Len Wiseman, Underworld hanya akan ditrilogikan, tetapi jika film ini sukses maka tidak menutup kemungkinan akan adanya film keempat, but the main question remains the same: Is it a prequel or a sequel?
Namun entah karena para scriptwriter kehabisan ide atau apa, dalam film ini mereka malah menceritakan transformasi Lucian (tokoh antagonis di film pertama) yang pada awalnya adalah seorang kepala budak bagi kaum Death Dealers menjadi pemimpin bangsa Lycans. Lucian dipermak sedemikian rupa sehingga memunculkan simpati penonton meski pada film originalnya tampi bengis. Lucian (Michael Sheen) sendiri merupakan inbreed dari kaum Werewolf dengan manusia, seharusnya percampuran keturunan ini tidak dibiarkan hidup, tetapi Viktor (Bill Nighy), pemimpin kaum Death Dealers mengetahui bahwa inbreed seperti Lucian mempunyai kekuatan yang besar dan dapat dijadikan pelindung dari serangan kaum Werewolf keturunan William. Maka Lucian pun dibiarkan hidup, bahkan Viktor memaksa Lucian untuk menggigit para manusia sehingga berubah menjadi Lycans.
Awalnya Lucian mengabdi pada Viktor dengan sepenuh hati, ia pun mengganggap kaum Werewolf keturunan William adalah binatang yang tidak berperikemanusiaan, selain itu ternyata Lucian juga punya hubungan cinta yang terlarang dengan anak Viktor, yaitu Sonja (Rhona Mitra). Tapi lama kelamaan ia tak tahan juga dengan penderitaan kaum Lycans yang hanya dianggap budak. Oleh karena itu dengan bantuan dari Sonja. Lucian berusaha untuk kabur dari siksaan para Death Dealers. Namun Viktor yang tak ingin kehilangan budak andalannya pun tak tinggal diam.
Ya, kira-kira itulah inti cerita dari film ini. My first impression is this movie rocks! Okay, di awal artikel ini gue bilang gue ga suka sama film prequel, but there’s an exception for this movie because the story is well made and match with it’s predecessor. jika pada film-film sebelumnya lebih mengandalkan tembak-tembakan pistol, kali ini sword medieval actionnya lebih mendominasi and it’s turn to be a cool scenes with a lil bit help from the dramatic pouring rain. kemudian acting dari para Cast terutama Michael Sheen yang kali ini di-plot menjadi tokoh utama tampil cukup bagus, apalagi saat ia kehilangan orang yang dicintainya (ooops….spoiler). Bill Nighy, actor watak asal British ini juga mampu membuat para penonton ketakutan dengan tatapannya yang tajam, ia pun mampu tampil merana saat mengetahui bahwa anaknya berhubunngan dengan seorang Lycans. sementara Rhona Mitra yang didapuk menjadi pemeran utama wanita menggantikan Kate Beckinsale tampil cukup elegan, julukan ”Tough Chick” semakin disematkan padanya (Dia adalah pemeran utama di film action keras Doomsday).
Dan yang paling penting tidak ada pergantian sutradara karena Len Wiseman sudah pas sebagai director adegan action yang mantap sehingga kita tidak bosan melihat film yang kebanyakan bersetting di malam hari ini . Ia pun mampu menerjemahkam film ini menjadi pelengkap missing pieces yang cukup baik dari film-film sebelumnya. Jangan lupakan Kostum gothic dari para cast namun tetap menimbulkan kesan mewah dan elegan. So, for me the third movie maybe beat the hell of the second movie but the original still better. Apakah akan ada film keempatnya ? Menurut Len Wiseman, Underworld hanya akan ditrilogikan, tetapi jika film ini sukses maka tidak menutup kemungkinan akan adanya film keempat, but the main question remains the same: Is it a prequel or a sequel?

No comments:
Post a Comment