
Vicky (Rebecca Hall) dan Cristina (Scarlett Johansson) adalah dua orang sahabat karib yang menghabiskan summertime mereka di Barcelona, kota indah di Spanyol yang penuh dengan karya- karya seniman jaman renaissance. Saat sedang menikmati makan malam berdua, tiba-tiba seorang pria bernama Juan Antonio (Javier Bardem) menghampiri mereka dan mengajak mereka menghabiskan weekend di Oviedo. Vicky yang sudah bertunangan, terang-terangan menolak ajakan dari orang yang tidak ia kenal itu. Tapi Cristina yang berjiwa bebas dan tak punya pikiran yang panjang malah tertarik dengan Juan Antonio yang ternyata merupakan seorang pelukis.
Vicky yang khawatir akan keselamatan Cristina terpaksa ikut ke Oviedo. Di sana mereka bertiga banyak melakukan sight-seeing hingga malam tiba. Juan Antonio secara terang terangan bertanya ”Which one of you want to go to bed with me?” (this gentlemen is really brave). Vicky tak tertarik dan sesuai dugaan kalian, Christina lah yang “menemani” Juan Antonio. Tapi sayang sesampainya di kamar, Cristina mahal mengalami keracunan makanan.
Keesokannya, Vicky diajak jalan oleh Juan Antonio. And one thing lead to another...they make love....of course Cristina Didn’t know about it coz she’s still in bed….sick….. Vicky dan Juan Antonio sepakat untuk melupakan moment indah itu and moving on with their life. Juan Antonio semakin dekat dengan Cristina, bahkan ia mengajaknya tinggal bersama. Sementara Vicky kedatangan Doug, her prince charming yang menyusulnya ke Barca.
The movie is getting excited when Maria Elena (Penelope Cruz) appears. Maria Elena adalah istri Juan Antonio yang sepertinya belum diceraikannya. Mereka berpisah karena Maria Elena mempunyai sifat cemburu yang berlebihan. Ia pernah coba membunuh Juan Antonio hanya karena Juan Antonio kedapatan bermain mata dengan wanita lain. Sayang Maria Elena kembali ke kehidupan Juan Antonio di saat yang tidak tepat. Ia sedang menikmati percintaan barunya dengan Cristina. Namun rasa care Juan Antonio pada Maria Elena tak pernah hilang sehingga ia mengijinkan Maria Elena tinggal di rumahnya untuk sementara. Maria Elena dan Cristina awalnya tak saling menyukai tapi lama kelamaan mereka semakin akrab dan Maria Elena lah yang membantu Cristina menemukan bakat fotografinya. Kecocokan mereka terang saja menguntungkan Juan Antonio (the lucky bastard......)...But things didn’t go as he wants because Cristina has a little doubt in her mind about them living together and sharing men.
Woody Allen kembali dengan film terbaiknya setelah Matchpoint. Dengan bantuan keindahan kota Barcelona dan cerita yang njelimet namun menarik serta acting yang sangat bagus dari Penelope Cruz, ia berhasil menciptakan keromantisan yang tak semu. Keintiman dalam film ini benar-benar dipertunjukkan olehnya secara step by step. Tidak secara instant (biasanya film Hollywood itu baru pandang mata dikit uda making love….hmm…..something strange bout that if I may say).
Cerita yang menarik tak akan cukup menarik perhatian penonton jika pemainnya tak menarik. Ada 4 tokoh utama yang berseliweran sepanjang film ini. Like I said before, Maria Elena is the most interesting character of all dan Penelope Cruz (yang aktingnya semakin baik sejak tampil buruk di Gothika) benar-benar mendalami karakter ini. Kegilaannnya dan keanggunannya seakan menjadi satu. Tak heran ia mendapat banyak penghargaan atas perannya ini.
Berikutnya Scarlett Johansson yang sayang sekali aktingnya tidak berkembang di film ini. Ia tampak kikuk menghadapi lawan main yang memang berada satu tingkat di atasnya.Her sexy body do not amuse me besides she’s sexier in Matchpoint.
Javier Bardem sebagai Juan Antonio masih menyisakan keseramannya yang didapatnya saat menjadi pembunuh berantai di film yang mengganjarnya Piala Oscar, No Country for Old Man. Ia sudah bermain semaksimal mungkin dengan karisma yang mampu melelehkan hati 3 wanita sekaligus. Tapi tetap saja, kehidungbelangannya belum begitu muncul (mungkin Antonio Banderas lebih cocok although it will be a stereotype character for him).Kehidupan bohemiannya patut diacungi jempol karena itulah yang membuatnya menjadi seorang berkarisma di mata perempuan.
Did anyone of you know Rebecca Hall? Pemeran Vicky ini bertampang mirip Shannon Elizabeth (bomb sex in American Pie series) but she’s sure can act better than Shannon. Pendatang baru ini malah dijadikan tokoh sentral oleh Woody Allen. Namun dengan cerdik Woody seakan menyembunyikan peran Vicky dengan cara lebih memperdalam hubungan threesome antara Juan Antonio, Cristina, dan Maria Elena. Tapi tokoh Vicky inilah yang menceminkan diri kita sebagai manusia yang punya banyak keraguan akan kesalahan pilihan yang dibuat dalam hidup.
Sayang sekali Woody Allen kering dalam menampilkan sex scene padahal Threesome scene paling gue tunggu (wkwkwkkwk).....kapan lagi bisa ngeliat Scarlett and Penelope Making out….hahaha…..but hold your fantasies there….There’s no hot scenes in this movie…..just kisses…huh….Tapi jangan ragu untuk nonton film ini karena ini adalaha salah satu film drama romantis terbaik yang pernah gue saksikan.

No comments:
Post a Comment