
Sebuah virus ganas menyerang Inggris pada tahun 2008. Virus yang tak diketahui dari mana asalnya itu bisa menyebabkan orang yang terinfeksi olehnya berubah menjadi mayat hidup. Pemerintah Inggris memutuskan untuk mengkarantina wilayah utara (dari Newcastle sampai Glasgow,Scotland) serta meninggalkan orang-orang yang masih berada di wilayah yang dinamakan “Hot Zone” tersebut untuk mencegah menyebarnya virus itu. Mereka membangun tembok yang sangat tinggi dan dilengkapi dengan machine gun yang siap menembak setiap makhluk hidup yang mencoba mendekati perbatasan itu.
Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2035, Virus ganas yang dinamakan The Reaper itu kembali muncul di London. Dari pengamatan Satelit, diketahui bahwa terdapat tanda-tanda kehidupan di Glasgow. Dalam keputusasaan, pemerintah Inggris memutuskan untuk mencari antivirus yang mungkin saja ada di Glasgow. Dipimpin oleh Eden Sinclair (Rhona Mitra), sekelompok pasukan ditugaskan untuk mencari Charles Kane (Malcolm McDowell) yang dipercayai punya antidote untuk virus The Reaper.
Tidak disangka-sangka, Eden dan kawan-kawannya disambut oleh sekelompok punk-ass hooligans berdandan gothic (sepertinya Neill Marshall mencontek Franchise Mad Max nya Mel Gibson) yang dipimpin oleh Sol (Craig Conway). Serangan dari Hooligans yang juga kanibal ini berhasil membunuh banyak anak buah Eden, hingga tersisa Eden, Sgt.Norton (Adrian Lester), dan Dr.Stirling (Darren Moffitt). Mereka berhasil kabur dari Sol dan anak buahnya dibantu oleh Cally yang ternyata merupakan anak dari Kane. Berhasilkah mereka mendapatkan apa yang mereka mau???
Ide cerita film ini sepintas mirip dengan 28 Days Later (2003), namun kali ini Neil Marshall, sutradara dengan trademark gore scenesnya lebih memperbanyak adegan combat action demi memuaskan mata para pecinta film action. Tidak ada penjelasn detail tentang virus ”The Reaper” karena film ini memang lebih fokus dalam memacu adrenaline penonton daripada menjelaskan secara ilmiah tentang virus "The Reaper".
Pemilihan Rhona Mitra sebagai Eden Sinclair sangat tepat menurut gue coz she’s really kick ass. Tidak terpancar kegentaran di matanya saat menghadapi kaum kanibal ataupun prajurit berjubah besi. This is truly her one woman show. Disini ia terlihat mirip dengan Charlize Theron di film Aeon Flop (eh Aeon Flux…hehehe). Selain dia, Adrian Lester yang lebih dikenal sebagai conman di film seri Hustle juga cukup menarik simpati. Penampilan “gila” Craig Conway sebagai Sol yang tangguh menambah nilai plus untuk film ini.
Memang terdapat banyak adegan non-sense yang mengejutkan dalam film ini seperti Kane yang membangun kerajaan lagi di Scotland. Keromantisan antara Dr.Sterling dan Cally pun terkesan dipakasakan but I still want to give my two thumbs up to Neill Marshall. Why? Coz he can make this B-Movie really entertaining. Especially the longest pumping adrenaline car chase scene I’ve ever seen since The Bourne Supremacy (2004). Watch this movie but forget all about the non-sense. Just enjoy the ride. ^^
Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2035, Virus ganas yang dinamakan The Reaper itu kembali muncul di London. Dari pengamatan Satelit, diketahui bahwa terdapat tanda-tanda kehidupan di Glasgow. Dalam keputusasaan, pemerintah Inggris memutuskan untuk mencari antivirus yang mungkin saja ada di Glasgow. Dipimpin oleh Eden Sinclair (Rhona Mitra), sekelompok pasukan ditugaskan untuk mencari Charles Kane (Malcolm McDowell) yang dipercayai punya antidote untuk virus The Reaper.
Tidak disangka-sangka, Eden dan kawan-kawannya disambut oleh sekelompok punk-ass hooligans berdandan gothic (sepertinya Neill Marshall mencontek Franchise Mad Max nya Mel Gibson) yang dipimpin oleh Sol (Craig Conway). Serangan dari Hooligans yang juga kanibal ini berhasil membunuh banyak anak buah Eden, hingga tersisa Eden, Sgt.Norton (Adrian Lester), dan Dr.Stirling (Darren Moffitt). Mereka berhasil kabur dari Sol dan anak buahnya dibantu oleh Cally yang ternyata merupakan anak dari Kane. Berhasilkah mereka mendapatkan apa yang mereka mau???
Ide cerita film ini sepintas mirip dengan 28 Days Later (2003), namun kali ini Neil Marshall, sutradara dengan trademark gore scenesnya lebih memperbanyak adegan combat action demi memuaskan mata para pecinta film action. Tidak ada penjelasn detail tentang virus ”The Reaper” karena film ini memang lebih fokus dalam memacu adrenaline penonton daripada menjelaskan secara ilmiah tentang virus "The Reaper".
Pemilihan Rhona Mitra sebagai Eden Sinclair sangat tepat menurut gue coz she’s really kick ass. Tidak terpancar kegentaran di matanya saat menghadapi kaum kanibal ataupun prajurit berjubah besi. This is truly her one woman show. Disini ia terlihat mirip dengan Charlize Theron di film Aeon Flop (eh Aeon Flux…hehehe). Selain dia, Adrian Lester yang lebih dikenal sebagai conman di film seri Hustle juga cukup menarik simpati. Penampilan “gila” Craig Conway sebagai Sol yang tangguh menambah nilai plus untuk film ini.
Memang terdapat banyak adegan non-sense yang mengejutkan dalam film ini seperti Kane yang membangun kerajaan lagi di Scotland. Keromantisan antara Dr.Sterling dan Cally pun terkesan dipakasakan but I still want to give my two thumbs up to Neill Marshall. Why? Coz he can make this B-Movie really entertaining. Especially the longest pumping adrenaline car chase scene I’ve ever seen since The Bourne Supremacy (2004). Watch this movie but forget all about the non-sense. Just enjoy the ride. ^^

No comments:
Post a Comment